This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 07 Januari 2012

Budidaya Tanaman Stroberi dalam Pot

Budidaya stroberi merupakan peluang usaha yang cukup menggiurkan, dan untungnya budidaya stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot.

Budidaya stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala besar dengan tujuan komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan yang cukup mantap.

Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya tanaman stroberi. Buah Stroberi banyak dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari Stroberi telah sangat banyak dikenal dengan berbagai macam olahannya.

Syarat Tumbuh

Lama penyinaran matahari 8-10 jam hari. Curah hujan berkisar 600-700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C-20°C dan suhu udara minimum antara 4°C-5°C dengan kelembaban udara 80%-90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 mdpl.

Penyiapan wadah atau tempat tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa. Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm-20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan berbagai macam ukuran.

Penyiapan medium tanam

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah :

  • Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang    dengan perbandingan 2:1:1. 
  • Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.
  • Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. 
  • Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Pengisian medium tanam ke dalam pot 

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah :

  • Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya. 
  • Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot. 
  • Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh. 
  • Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan  mediumnya cukup basah.

Penyiapan bibit dan penanaman

Tata cara penanaman bibit  tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

  • Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah. 
  • Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag. 
  • Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya. 
  • Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan. 
  • Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab). 
  • Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7-15 hari agar tanaman segar kembali.

Pemeliharaan tanaman

  1. Penempatan Pot
    Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.
  2. Penyiraman
    Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.
  3. Penyiangan dan Penggemburan Medium Tanam
    Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.
  4. Pemupukan
    Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1-2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.
  5. Pemangkasan
    Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.
  6. Penggantian Pot dan Medium Tanam (repotting)
    Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.
  7. Perlindungan Tanaman
    Perlindungan  tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

Hama dan Penyakit Tanaman

  • Kutu Daun (Chaetosiphon fraggaefolii
  • Tungau (Tetranychus sp. Dan Tarsonemus sp.) 
  • Ulat tanah (Agrotis segetum) 
  • Kumbang Penggerek Bunga (Anthonomus rubi) dan kumbang penggerek akar (Otirhynchus rugosostriatus) dan kumbang batang (O. sulcatus). 
  • Kutu Putih (Pseudococcus sp.) 
  • Nematoda (Aphelenchoides atau A. ritzemabos
  • Penyakit Kapang Kelabu (Botrytis cinerea) 
  • Busuk Buah Matang 
  • Busuk Rizopus 
  • Empulur merah 
  • Embun Tepung 
  • Daun gosong 
  • Bercak Daun 
  • Busuk daun 
  • Layu vertisillium 
  • Virus

Panen

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga  dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun. Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah :

  1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;
  2. kulit buah didominasi warna merah  50 -75 % warna merah;
  3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.

Budidaya Cabai dalam Pot atau Polybag

Kebiasaan banyak orang disekitar kita lebih senang menanam tanaman hias di pekarangan rumah, tanaman hias hanya bermanfaat bagi penghijauan dan hanya dapat dinikmati sebatas keindahan mata kita memandang. Akan tetapi budidaya cabai dalam pot atau polybag dapat memberikan kesan hijau, sejuk, indah, dan selain itu jika kita lihat dari segi manfaat dan dari segi ekonomi budidaya cabai dalam pot atau polybag dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarga, buah cabai yang dihasilkan dapat digunakan untuk keperluan dapur, dan tidak menutup kemungkinan hal ini bisa dijadikan peluang usaha sebagai sumber penghasilan, walaupun melakukan budidaya cabai dalam pot atau polybag kalau memang ditekuni bisa saja menjadi peluang usaha kecil-kecilan.

Setidaknya saat panen kita bisa menjualnya ke tetangga sekitar kita.Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang budidaya cabai dalam skala besar atau budidaya cabai di area lahan yang luas. (silahkan baca selengkapnya di Budidaya Cabai Rawit).

Nah untuk Anda yang memang tidak memiliki pekarangan yang luas alangkah baiknya Anda mencoba budidaya cabai dalam pot atau polybag, karena budidaya cabai dalam pot atau polybag tidak perlu membutuhkan area pekarangan yang begitu luas.

Berikut akan kami bahas cara budidaya cabai dalam pot atau polybag:

Persiapan Bibit

Bibit merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya suatu tanaman. Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tidak akan memperoleh hasil yang optimal kalau bibit yang ditanam dari benih yang kurang baik. Untuk memperoleh benih yang baik adalah:

  1. Pilih buah cabai yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna. 
  2. Buang bagian pangkal dan ujungnya. 
  3. Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya. 
  4. Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari. 

Langkah berikutnya adalah menyemai benih yang sudah kering untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai ini diawali dengan merendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit.

Benih yang masih mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.

Persemaian harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih. Media yang digunakan berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan sama banyak. Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja (atau bisa disesuaikan). Selanjutnya, semaikan benih satu per satu. Atasnya tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat. Selama benih belum tumbuh kondisi media harus selalu lembab dan waspada terhadap pencurian benih yang dilakukan semut atau serangga lainnya. Benih siap untuk dijadikan bibit dan dipindahtanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.

Media Tanam

Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan volume sama banyak. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot atau polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm.

Bahan-bahan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun satu sama lain saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan kompos untuk menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman.

Sebaiknya kompos yang digunakan adalah kompos yang terbuat dari sampah dapur dan sampah rumah tangga. Tujuannya adalah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, minimalnya yang ada di sekitar kita, dari permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Disamping itu, untuk menghemat biaya dalam pengadaan kompos. Cara pembuatan kompos pernah dibahas pada artikel Pupuk Organik.

Penanaman 

Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL Keong Mas secara merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah satu ember air (kira-kira 10 liter). Begitu juga sehari sebelum tanam, media harus disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja.  Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah: 

  1. Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit. 
  2. Buka plastik bibit dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar yang terputus. 
  3. Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat. 
  4. Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan. 
  5. Siram media tanam dengan air biasa sampai kebas. 

Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman diberi pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian kemudian disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan.

Perawatan Tanaman 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah: 

  1. Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL. 
  2. Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL Keong Mas dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali. 
  3. Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tanaman menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. Mengenai pembuatan MOL diuraikan di bawah. 
  4. Penyemprotan menggunakan Effective Microorganisme (EM) atau bisa juga dengan cairan MOL tadi setiap lima hari sekali dengan dosis dua sdm/liter air. 
  5. Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama. 
  6. Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya. 
  7. Jika terjadi tanda-tanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik.

Panen

Umur panen cabai biasanya 70‐90 hari tergantung varietasnya, yang ditandai dengan 60% cabai sudah berwarna merah. Untuk dijadikan benih maka cabai dipanen bila buah sudah menjadi merah semua. Setelah panen pertama, setiap 3‐4 hari sekali dilanjutkan dengan panen rutin. Tanaman cabai dapat dipanen terus‐menerus hingga berumur 6‐7 bulan. Cabai yang sudah berwama merah sebagian berarti sudah dapat dipanen. Ada juga petani yang sengaja memanen cabainya pada saat masih muda (berwarna hijau). Pemetikan dilakukan dengan hati‐hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah. Kriteria panen saat ukuran cabai sudah besar, tetapi masih berwama hijau penuh



Budidaya Tanaman Bayam

Cara Budidaya Bayam dibahas lengkap di sini kawan. pendahuluan dulu ya, apa yang dimaksud bayam itu sih, hehe, ini kawan. Bayam (Amaranthus spp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl dengan pengairan secukupnya.

Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:

1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah juga ada berwarna hijau keputih-putihan.
2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.
3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.

Cara Budidaya Bayam

1. Benih

Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5 are 1 g/m2. Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok.

2. Persiapan Lahan

Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

3. Pemupukan

Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman/Penaburan Benih

Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

  • Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.
  • Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.
  • Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

5. Pemeliharaan

Bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah), adalah bayam cabut. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen

Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

8. Pasca Panen

Tempatkan bayam baru panen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin untuk menjaga kesegarannya.