Sabtu, 07 Januari 2012

Budidaya Tanaman Stroberi dalam Pot

Budidaya stroberi merupakan peluang usaha yang cukup menggiurkan, dan untungnya budidaya stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot.

Budidaya stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala besar dengan tujuan komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan yang cukup mantap.

Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya tanaman stroberi. Buah Stroberi banyak dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari Stroberi telah sangat banyak dikenal dengan berbagai macam olahannya.

Syarat Tumbuh

Lama penyinaran matahari 8-10 jam hari. Curah hujan berkisar 600-700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C-20°C dan suhu udara minimum antara 4°C-5°C dengan kelembaban udara 80%-90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 mdpl.

Penyiapan wadah atau tempat tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa. Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm-20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan berbagai macam ukuran.

Penyiapan medium tanam

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah :

  • Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang    dengan perbandingan 2:1:1. 
  • Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.
  • Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. 
  • Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Pengisian medium tanam ke dalam pot 

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah :

  • Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya. 
  • Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot. 
  • Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh. 
  • Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan  mediumnya cukup basah.

Penyiapan bibit dan penanaman

Tata cara penanaman bibit  tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

  • Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah. 
  • Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag. 
  • Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya. 
  • Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan. 
  • Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab). 
  • Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7-15 hari agar tanaman segar kembali.

Pemeliharaan tanaman

  1. Penempatan Pot
    Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.
  2. Penyiraman
    Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.
  3. Penyiangan dan Penggemburan Medium Tanam
    Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.
  4. Pemupukan
    Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1-2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.
  5. Pemangkasan
    Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.
  6. Penggantian Pot dan Medium Tanam (repotting)
    Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.
  7. Perlindungan Tanaman
    Perlindungan  tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

Hama dan Penyakit Tanaman

  • Kutu Daun (Chaetosiphon fraggaefolii
  • Tungau (Tetranychus sp. Dan Tarsonemus sp.) 
  • Ulat tanah (Agrotis segetum) 
  • Kumbang Penggerek Bunga (Anthonomus rubi) dan kumbang penggerek akar (Otirhynchus rugosostriatus) dan kumbang batang (O. sulcatus). 
  • Kutu Putih (Pseudococcus sp.) 
  • Nematoda (Aphelenchoides atau A. ritzemabos
  • Penyakit Kapang Kelabu (Botrytis cinerea) 
  • Busuk Buah Matang 
  • Busuk Rizopus 
  • Empulur merah 
  • Embun Tepung 
  • Daun gosong 
  • Bercak Daun 
  • Busuk daun 
  • Layu vertisillium 
  • Virus

Panen

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga  dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun. Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah :

  1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;
  2. kulit buah didominasi warna merah  50 -75 % warna merah;
  3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.